Sabtu, 18 Februari 2012

Awan

Awan adalah massa terlihat dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau tubuh planet lain. Awan juga massa terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang disebut awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari dalam ilmu awan atau fisika awan, suatu cabang meteorologi.

Proses Pembentukan awan
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
  1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
  2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.
Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Jenis - Jenis Awan
awan menurut bentuknya terbagi menjadi beberapa jenis :
Awan di atas Jakarta.JPG
  1. Awan Commulus, yaitu awan yang bergumpal dan bentuk dasarnya horizontal
  2. Awan Stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata
  3. Awan Cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan



Berikut untaian penjelasan dari gambar diatas:

Awan Altocumulus
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan 
Awan ini adalah awan yang punya karakter berbentuk bulat besar-besaran pada permukaan. Sama seperti awan yang lain, Awan Altocumulus berwarna putih or abu-abu. Awan ini biasanya terlihat pada awal-awal musim ujan. Dan jika awan ini ada di musim kemarau berarti kemungkinan akan terjadi badai.

Awan Altostratus
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan ini adalah awan yang punya karakter abu-abu tapi sangat terang. Karena terang, garis-garis pinggirnya gak keliatan dan seolah-olah awan itu menyatu sama langit. Awan Altostratus berpotensi bahaya, karena dapat mengakibatkan tumbuhnya es di motor mabur.

Awan Cirrus
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan ini adalah awan yang terdiri dari kristal es. Awannya berbentuk seperti kapas tipis. Efek dari awan ini adalah membuat cuaca di bumi jadi panas atau dingin. Namun, bila ada banyak awan Cirus di langit, itu berarti terjadi gangguan udara pada langit didaerah itu. Dan bila itu terjadi, kemungkinan akan terjadi angin ribut atau angin topan.

Awan Cirrostratus
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan ini adalah awan tipis berbentuk seperti tirai dan menutup sebagian besar langit. Letak awan ini berada di ketinggian diatas 6000 m dari permukaan bumi. jika awan ini muncul, berarti menandakan bahwa hujan akan datang dalam 12 jam ke depan.

Awan Cumulus
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan ini berbentuk kelompok-kelompok awan bulet yang letaknya vertikal. Awan ini biasanya mempunyai bentuk seperti jagung brondong. Awan ini menghasilkan hujan beserta angin yang kencang. Awan ini juga mengeluarkan petir dann suara gemuruh. Tapi, awan ini tidak sampai menghasilkan badai.

Awan Comulonimbus
awan altokumulus,awan altostratus,awan cirrus,awan cirrostratus,awan cumulus,awan cumulus nimbus,tanda alam,angin puting beliung,petir,hujan deras,hujan,badaibentuk awan,karakteristik awan,karakter awan
Awan ini adalah awan yang bentuknya berlapi-lapis. Awan ini berwarna abu-abu dan menjulang tinggi seperti bunga kol. Pada saat awan ini muncul , biasanya langit terlihat sangat gelap. Awan ini membawa hujan yang disertai dengan kilat dan petir. Kemungkinan tidak lama setelah muncul kilat dan petir akan muncul angin puting beliung.

Oleh sebab itu jika melihat awan seperti ini sebaiknya kamu  jangan keluar rumah dulu..
Read more »

Minggu, 05 Februari 2012

Sea Turtle (Penyu)

     Penyu adalah kura-kura laut. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini. Dari 30 jenis penyu yang ada, hanya 7 jenis yang bertahan hingga saat ini. Dan 6 jenis ditemukan bertelur dikawasan pantai Indonesia
    Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.


Masa Bertelur
Proses Penggalian Pasir untuk Bertelur
    Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Seekor induk rata-rata naik 5 kali dalam 1 masa peneluran, dengan selang waktu 2 minggu. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.

Proses Mengeluarkan Telur
      Penyu menelurkan 50-150 butir telur, tergantung jenis, dengan kedalaman sarang 50-80 cm. Telur penyu sangat lembut. Penyu betina tidak akan menjaga sarangnya setelah selesai bertelur, induk akan menutup sarang dengan pasir menggunakan sirip pendayung bagian belakang, kemudian kembali kelaut. Proses ini terjadi kurang lebih selama 3 jam.

     Masa pengeraman alami telur penyu adalah 45-60 hari. Suhu sarang akan menentukan jenis kelamin tukik. Suhu yang rendah akan lebih banyak menghasilkan lebih banyak jantan dan sebaliknya.Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, serta ikan-ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam, bisa juga oleh pencemaran pantai.
Kembali Kelautan lepas

    Di tempat-tempat yang populer sebagai tempat bertelur penyu biasanya sekarang dibangun stasiun penetasan untuk membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival). Di Indonesia misalnya terdapat stasiun penetasan di:
  • Pantai selatan Jawa Barat (Pangumbahan, Cikepuh KSPL Chelonia UNAS)
  • Pantai selatan Bali (di dekat Kuta)
  • Kalimantan Tengah (Sungai Cabang FNPF)
  • Pantai selatan Lombok
  • Jawa Timur (Alas Purwo)
  • Bengkulu (Retak ilir Muko-muko)
  • Pulau Cangke Kabupaten Pangkep Prov. Sulawesi selatan
  • Pulau Jemur Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau (Info Selengkapnya kunjungi Website Resminya)

Jenis Penyu
Penyu belimbing / Leatherback (Dermochelys coriacea)
Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar bisa mencapai panjang 2,75 meter
Di dunia saat ini hanya ada tujuh jenis penyu yang masih bertahan, yaitu:
  • Penyu hijau / Green Turtle (Chelonia mydas)
  • Penyu sisik / Hawksbill (Eretmochelys imbricata)
  • Penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi)
  • Penyu lekang / Olive’s Ridley (Lepidochelys olivacea) 
  • Penyu belimbing / Leatherback (Dermochelys coriacea)
  • Penyu pipih / Flatback Turtle (Natator depressus)
  • Penyu tempayan / Loggerhead (Caretta caretta)
    Dari ketujuh jenis ini, hanya penyu Kemp's ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia.

     Dari jenis-jenis tersebut, penyu belimbing adalah yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 - 900 kilogram. Penyu lekang adalah yang terkecil, dengan bobot sekitar 50 kilogram. Namun demikin, jenis yang paling sering ditemukan adalah penyu hijau.

      Penyu, terutama penyu hijau, adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil.
Isu Konservasi
Tukik (anak) penyu hijau di dalam penangkaran.
  Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.

    Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.

    Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cendramata, dagingnya yang lezat ditusuk jadi Sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali, penyu menjadi bulan-bulanan ditangkap, disantap, tergusur dari pantai, telurnyapun diambil. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu. Salah satunya adalah di Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Irian. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi.
Read more »

Sabtu, 04 Februari 2012

Kekentalan Darah


Ada satu pertanyaan yang mungkin telah sering kita dengar, yaitu "Mengapa harus minum air putih banyak-banyak..?" Well, sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bias dijelaskan sbb:

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah. !! Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, Sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari...? Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya...? Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak...? Belum sampai segitunya (wihh...bayangkan otak kering gimana jadinya...), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !! Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancer ketimbang yang encer. Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bias menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah (harga kisaran) seminggu untuk cuci darah. Nilai yang tidak kecil sobat.

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ' kan...? Nah saat darah kental meng alir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, Lambatnya aliran darah ini bias menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang makan...) Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental...),maka serangan stroke bisa lebih lekas datang.

Nah,,, Sekarang tinggal anda pilih: melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke. Anda yang pilih...!
Read more »